Menghina Seorang Pendosa

Janganlah engkau hina saudaramu yang berbuat dosa, karena bisa jadi Allah mengampuninya. Sementara Allah bisa jadi mengazabmu karena kesombonganmu.

“Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.”

Kalimat di atas bukanlah sebuah hadits (yang shahih). Bahkan ia dinilai maudhu (hadits palsu) oleh sebagian ulama. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi no. 2505.

Meski dinilai lemah, namun para ulama menerima kebenaran maknanya, yakni orang yang menghina seseorang karena sebuah dosa, maka orang itu akan mengamalkan dosa tersebut sebelum ia mati.

Dalam Madarijus Salikin disebutkan:

“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. (engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut)”.

-Ibnul Qoyyim

Bukan berarti larangan untuk mengingkari kemungkaran. Menjelek-jelekkan yang dimaksud adalah merasa lebih baik dari si pelaku dosa dan meremehkan si pelaku dosa. Di sini lah terkandung kesombongan. Padahal tidak akan masuk surga orang yang terdapat kesombongan meski sebesar biji zarrah.

sombong

Leave a Reply