Alay = Gaul? Go To Hell!
Sembari iseng di sela-sela pekerjaan, saya menyempatkan diri berkunjung balik ke seseorang yang berkomentar di rismaka .NET. Dia menulis di blognya, bahwa anak alay adalah anak gaul dan kreatif. Hmpphh…. pengen ngakak rasanya saat itu. Namun saya urungkan, takut dibilang gila oleh teman di kantor.

Anak 4lAy itu anak Gaul dan kreatif??? Yang benar saja. Alay itu sampah!!! Alay itu gaul di komunitas mereka sendiri, namun tetap saja sampah di komunitas orang normal.
Apa yang bisa diambil manfaat dari Ke-alay-an mereka? Tidak ada sama sekali. Karena memang sudah fakta bahwa alay itu memang sampah. Dan sampah memang sudah seharusnya bergaul dengan sampah pula.
Sorry, gue nulis ini bukan berarti emosi, tidak sama sekali. Cuma pengen ngungkapin sesuatu aja. Sesuatu banget…
Sumber bacaan: KBBA: Kamus Besar Bahasa Alay
Ha ha…, tumben Mas Ris jadi 53n51 gini
– jadi ingat semalam pembahasan masalah serupa di Idenesia. Mungkin mereka hanya jenuh dengan normalitas (dalam pandangan yang merasa normal) di sekitar mereka.
Nah, anak muda sedikit berontak dalam berkreasi itu wajar, asalkan pakem bahasa yang logis dan tertata apik dalam bahasa Indonesia tidak dilupakan.
Pingback: Sorry, BB OFF | Rismaka's Weblog
bentuk lain dari budaya bohemian